Perut buncit dulu (mungkin) dianggap sebagai lambang kemakmuran. Para orang tua justru sangat bangga kalau putra-putrinya gendut, karena dianggapnya lucu dan menggemaskan. Itu dulu! Sekarang justru dianggap sebagai sumber penyakit. Beragam penelitian medis membuktikan bahwa mereka yang berperut buncit berisiko terkena gangguan kesehatan kian tinggi, khususnya jika kegemukan (obesitas) terkonsentrasi di sekitar perut, yang disebut obesitas sentral.
Meski tak ada keluhan, pada dasarnya pada tubuh orang yang berperut buncit telah terjadi gangguan metabolisme, yaitu sindrom metabolic yang berpotensi tinggi meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, serta gangguan pada pembuluh darah. Sementara penyebab diabetes sendiri beragam, antara lain faktor keturunan (genetic), lingkungan dan pola hidup. Pola makan orang di jaman modern ini telah bergeser ke arah makanan tinggi kalori dan rendah serat. Hal ini diperburuk dengan gaya hidup yang kurang gerak. Kalaupun ada prosentasinya sangat sedikit, jauh lebih banyak kita bekerja dengan non fisik. Akibatnya mereka yang mengalami obesitas kini semakin banyak jumlahnya. Dan ternyata, obesitas ini bukan monopoli orang-orang kaya, karena banyak orang yang secara ekonomi tergolong sulitpun kini mengalami hal yang sama.
Lingkungan merupakan pemicu terjadinya sindrom metabolik, misalnya kini masyarakat cenderung lebih menyukai makanan cepat saji (junk food). Selain memang mudah didapat, harganyapun relatif lebih terjangkau. Sementara olah raga sepertinya menjadi suatu kegiatan yang sangat sulit dilakukan. Padahal, sekadar menggerak-gerakkan badan saja sudah merupakan olah raga, dan itu bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Bagaimana dengan faktor keturunan atau genetik? Ini yang tak bisa dihindari. Seorang tua yang memiliki masalah obesitas, maka kecenderungan anak-anaknya untuk mengalami obesitas meningkat hingga 25-30%. Hal ini akan menjadi kian parah bila lingkungan atau kebiasaan mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan kurang gerak tidak diperhatikan.
Diabetes merupakan salah satu risiko yang berpotensi besar terjadi bagi orang yang mengalami obesitas, dan satu di antara indikatornya adalah perut buncit. Kondisi seperti ini juga memicu hipotiroidisme, kelainan hipotalamus, serta sebagai penyebab terjadinya perubahan keseimbangan hormonal di dalam tubuh, yang menyebabkan terjadinya penimbunan lemak di tubuh.
Lantas apa yang harus kita lakukan? Untuk menekan risiko-risiko penyakit tersebut antara lain dengan mengurangi berat badan dan menjaganya agar tetap ideal. Caranya? Menerapkan pola hidup sehat, pola makan seimbang, rutin olahraga, dan menjalani pola hidup sehat lainnya secara bertanggungjawab. Mudahnya, jalani saja PROGRAM CLEAN 9 dari Forever Living Products. Dengan Program Clean 9 kita tetap bisa menikmati kehidupan sehari-sehari secara wajar, karena kita tidak harus merasa tersiksa seperti ketika menjalani program-program diet pada umumnya.