Tombol Download
news
NEWS
WORLD NEWS !

ARTICLES

Nikotin

Awas Serangan Jantung

Diabetes Melitus

Waspadai Perut Anda !

Vitamin D

Tetap Prima di Pergantian Musim

Anda sedang hamil. Anda perlu DHA!

Khasiat Royal Jelly dan Madu!

Khasiat Minyak Zaitun

Tetap Cantik Selama Beraktivitas

Kalsium

Rambut Rontok


Lebih Sukses Dengan Perubahan

Apakah Anda Elang Yang Perkasa


Vitamin Untuk Diabetes


Forever Calcium


Peningkat Daya Tahan Tubuh Anak

Toksin & Kegemukan

World News! Hati-Hati dengan Money Game


PHOTO


Foto Job Fair

Foto Acara BOM

Foto Acara Malang

Foto Acara Cantik&Sehat di Atas Usia 50 Tahun

Foto Acara Ulang Tahun FLP

Foto Acara Natural Face Lift


REX LETTER




Link :
www.foreverliving.com

7 Miliar $HK Raib dalam Money Games
pyramid

Harian The Standart baru-baru ini melaporkan bahwa kaum imigran dan pencari kerja di Hong Kong kehilangan lebih dari 10 juta dolar HK akibat praktik money games. Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers Partai Demokratik yang dihadiri oleh para korban yang mengadu pada polisi agar menyidik kasus mereka.
   Para korban tersebut termasuk para istri dari penduduk asli Hong Kong yang baru tiba beberapa tahun lalu, pensiunan, dan para pencari kerja. Semuanya mengadu telah ditipu untuk membeli produk aroma merk tertentu yang harganya ratusan ribu dolar.
   Cheung (40 tahun) mengatakan bahwa ia dibujuk oleh tetangganya untuk membeli minyak esensial seharga 500.000 dolar HK dengan iming-iming bonus yang menggiurkan. Dia menghadiri pertemuan sehari penuh di perusahaan tersebut dan diajari beragam teknik menjual.
   “Mereka mnyuruh saya agar tidak bercerita kepada keluarga saya tentang bisnis ini. Jika tidak, mereka akan memecat saya. Saya ikuti saran itu dan secara diam-diam memakai uang tabungan suami saya.”, kata perempuan tersebut. Menurut Cheung, hubungan dengan suaminya memburuk akibat penipuan itu. Bahkan anaknya (18 tahun) ikut menjadi korban dan kehilangan uang sebesar 67.000 dolar HK.
   Perempuan lain bernama Tsang juga telah menanamkan dana sebanyak 1 juta dolar dengan menggadaikan propertinya. “Suami saya, seorang petugas keamanan masyarakat, mengatakan bahwa itu adalah money games. Saya tidak percaya. Soalnya, mereka bisa mengadakan konferensi akbar di Hong Kong Convention & Exhibition Centre. Perusahaan itu juga menyewa pengacara untuk meyakinkan bahwa bisnis mereka legal dan menguntungkan.”
Penduduk asli pun ikut kena tipu. Pang dari Shenzhen sampai meminjam uang sebesar 67.000 dolar HK dari familinya dengan dalih untuk keperluan mendesak, tapi ternyata uang itu dipakainya untuk membayar tujuh botol minyak esensial dan biaya keanggotaan. “Kami terlalu percaya pada sistem hokum di Hong Kong,” ujar Pang. Ia menerima bonus sekitar 1.100 dolar HK per bulan tapi kini terperangkap dalam utang yang besar.
   Para korban ini kemudian pergi ke kantor kepolisian pusat untuk menemui petugas dari Commercial Crime Bureau. Ketua  Partau Demokratik, Albert Ho Chun-yan, mengatakan bahwa kerugian yang diderita para korban bisa mencapai 7 miliar dolar HK jika jumlah korban ditambahkan dengan penduduk asli dan Negara Taiwan. (info APLI)

DSI Thailand Temukan 100 Situs Piramid

Departemen of Special Investigation (DSI) Thailand belum lama ini memperingatkan public agar waspada dan memerangi skema pyramid. Peringatan itu dikeluarkan setelah mereka menemukan praktik pyramid (scams) lebih dari 100 situs (website) internasional yang bisa merugikan dana investor 5 miliar bath per situs.
   Colonel Piyawat Kingket, Kepala DSI untuk kasus-kasus criminal khusus, mengatakan karena perekonomian menurun dan bunga tabungan rendah, ia khawatir tahun depan akan lebih banyak orang yang terpikat membenamkan uang dalam skema pyramid.
   Sebagai informasi, sejumlah operator skema pyramid menutup bisnis mereka di tahun 2007 dan membawa kabur uang investor, katanya. DSI juga sudah menemukan 100 website yang merayu masyarakat untuk menanamkan uang dalam skema pyramid. (info APLI)

Awas, Money Games Masuk Kampus!

Oktober tahun lalu, seorang alumnus dari University of Miami Business Schooll, Andres Pimstein, dituding telah menjalankan “multi tipu marketing” berbentuk skema Ponzi di Florida, Amerika Serikat. Pimstein dan perusahaannya, Bottom Line of South Florida, jelas-jelas mengumbar janji palsu kepada banyak investor dan merayu mereka agar menanamkan uang mereka dengan imbalan bunga tinggi (18%). Seperti lazimnya praktik skema pyramid, ia kemudian membayar investor baru dengan uang yang berasal dari investor lama.
   Bukan itu saja, Pimstein juga merekrut para staf dan mahasiswa di sana. Menurut kepolisian Miami, Pimstein memiliki rekening bank bersama salah satu direktur universitas dan menggunakan fasilitas kampus seperti komputer dan ruang seminar.
   Diperkirakan skema ini meraup dana sekitar 30 juta dolar AS. Salah satu investor yang menanamkan uang sebesar 3 juta dolar AS mulai curiga ketika bonusnya tidak dibayar. Dia lalu menyewa detektif swasta untuk membongkar praktik busuk tersebut.
   FBI saat ini tengah menyelidiki kasus itu. Pihak universitas mengatakan bahwa mereka akan membantu proses investigasi  dan meskipun kasus ini tidak melibatkan dana universitas, ada sejumlah karyawan yang kehilangan uang dalam penipuan tersebut.
   Pimstein sehari-hari tampak sangat meyakinkan karena berprofesi sebagai pengacara, akuntan, dan bahkan pensiunan dari departemen kehakiman. Beberapa investors mengatakan, ia mempresentasikan flow charts yang detail untuk meyakinkan mereka tentang masa depan Bottom Line. Ia mengaku bahwa perusahaan itu menjual parfum dan produk elektronik ke Repley Department Store di Chile dan Peru. Tapi, menurut laporan investigasi FBI, Bottom Line tidak punya hubungan bisnis apa-apa dengan Repley. (info APLI)